Mereka Bilang Saya Pelit 'Folbek'
Post ini saya anggap surat terbuka dan gak saya tujukan ke orang-orang tertentu.
Saya ingin jelasin kenapa saya jarang banget mau 'folbek'.
Twitter semakin mendunia sekarang. Hampir semua orang, komunitas dan perusahaan menggunakan Twitter dan memfungsikannya sebagai social media se-maksimal mungkin. Di Twitter semua aktivitas berjalan se-simple menulis (nge-tweet) dan berinteraksi dengan user lain baik yang memfollow kita maupun yang tidak.
Mungkin bagi orang awam Social Network dan Social Media itu gak ada bedanya, tapi pada faktanya; Social Network dan Social Media itu jelas berbeda. Apa yang membedakan mereka?
Social Media can be called a strategy and an outlet for broadcasting, while Social Networking is a tool and a utility for connecting with others.
Examiner.com: Social Media vs. Social Networking: What’s the difference? - Mark Stelzner
Menurut saya Social Network adalah pengembangan dari fungsi Social Media. Dimana dengan Social Network kita juga bisa melakukan aktivitas seperti pada Social Media walau hanya terbatas pada "koneksi" kita. Koneksi yang terjadi pada Social Network dapat digambarkan dalam bentuk diagram yang saling menghubungkan satu titik dengan titik yang lain.

Dengan Social Network anda benar-benar terhubung dengan user lain.
Menurut saya inilah yang membuat Twitter tidak cocok masuk ke kategori Social Network. Koneksi antar user di Twitter tidak dapat digambarkan seperti diagram di atas.
Di Twitter, kita mengenal istilah 'Follow', dimana dengan mem-follow user tersebut, semua tweets-nya akan muncul di timeline kita dan user tersebut tidak akan mendapati tweets kita di dalam timeline mereka (kecuali mereka mem-follow kita juga). Sedangkan di Facebook, kita mengenal 'Add as Friend', dimana setelah request dari kita di-approve akan terjadi relasi dua arah dan orang tersebut 'diwajibkan' mengikuti aktivitas kita juga. Sangat berbeda kan?
Itulah yang membuat Twitter lebih diminati orang-orang. Interaksi yang terjadi bisa dua arah, walaupun tidak diwajibkan.
Aktivitas yang terjadi di Twitter juga tidak sebanyak Facebook dan social network lain. Foto, video, musik maupun teks panjang dibagi hanya dalam bentuk link. Timeline adalah inti dari Twitter dan sangat penting. Oleh sebab itu, Twitter akan terpakai secara optimal jika:
- Tweet di dalam timeline kita tidak membicarakan hal-hal pribadi yang tidak kita mengerti, misalnya:
@si_A nge-tweet "Di tempat biasa lah. RT @si_B: bingung nih, @si_C lagi melakukan hal biasa dimana?"
Yang beginian akan membuat kita memutar kepala berulang-ulang untuk memahami isinya. - User yang kita follow mengerti dengan baik cara me-reply di twitter, contoh yang tidak mengerti:
@si_A nge-tweet lagi "Asik hore yes yes yes bahagia banget nih wohooo yeay ahahahahahahahahahahah RT @si_B: g"
lalu setelah itu "Lagi makan RT @si_B: kalo sekarang? RT @si_A: tadi tidur RT @si_B: maen, kamu? RT @si_A: bebeb, lg ngpain?"
Membalas tweet yg baik adalah dengan mengklik "reply" atau "@", dengan cara ini tweet 'reply' anda tidak akan muncul di timeline user yang tidak memfollow anda dan lawan bicara anda, tweet mana yg kita balas bisa diketahui dengan mengklik "in reply to" di tweet kita nanti. - User yang tau kapan waktu nge-tweet yang tepat. contoh yang over-pengen-banget-diekspos:
@si_A lagi-lagi ngetweet "lagi berenang nih. byur byurr~"
Selain kebanyakan handphone tidak kedap air, status-status kegiatan sehari-hari seperti "ngupil", "galau", "buang air" maupun "kentut" tidak perlu di-publikasikan terlalu sering. - User yang anda follow tidak terlalu banyak.
Poin inilah yang terpenting. Kalau kita follow banyak orang dan akhir-akhirnya tidak terbaca atau tweet-tweet bagusnya terlewat untuk apa juga?
Hal-hal inilah yang membuat saya jarang mem-follow back orang-orang yg memfollow @udnhz maupun @udnhz_ed (paling sering karena poin ke-2). Twitter bukanlah social network seperti Facebook. Mau follow atau tidak itu adalah hak kita.
Jadi, sekarang udah paham dong?
Asking for "follow back" is like asking "to be friend" in real life. You don't have to ask for it, be nice and people will want to be your friends :]
Etts,, saya bukan yang pertama loh, banyak orang udah nulis hal yg serupa:
@malesbanget: #TwitterCrime part 1: RT Abuser, Copy-Paste Tweet, & Minta Folbek
@jtug: “Folbek-nya, kakaaaak. Banyak warnanya, kakaaaak” *eh*